" coklat hangatnya non tia "
" taruh di meja aja bik.."
" ada lagi non?"
" ngga ada bik.. makasih" datar
" kalau gituh saya ke dalam dulu non"
"yah" ..jawabku datar
dan bibik pun pamit meninggalkan aku dan rama diteras ini
entah berapa lama aku berada disini.. memandangi hujan yang tak berhenti sejak sore tadi.. membiarkan dinginnya merasuki tubuh ku... brrrr... dingin...
" sayang..rintik hujan saja bersemangat untuk turun ke bumi, mengapa engkau tidak?”tanya rama kepadaku
Aku yang duduk di kursi kosong ini, terpana pada daun -daun yang basah, dan menoleh ke arahmu.
“Karena aku bukan rintik hujan yang tidak pernah merasa sendirian”, jawabku.
Sebelum aku sempat membubuhkan tanda titik pada kalimatku, sebatang lolipop merah berbentuk strawberry dengan taburan bulir-bulir coklat telah hinggap di tanganku. Terlalu manis untuk melesat masuk ke dalam kerongkongan.
“Ada apa denganmu? Kenapa engkau tak seoptimis dan seriang dahulu?”
“Karena melelahkan menjadi seperti itu. Dulu aku terlalu sibuk mengurus banyak hal hingga lupa bagaimana mengurus diriku sendiri. Hingga di satu titik, aku sadar, aku telah kehilangan lebih banyak hal…”
Aku memainkan lolipop itu di jari-jariku untuk meredam benda bening yang tertahan keluar dari rongganya.
“Sometimes I wake up, I realize that i'm not that strong, i'm not that tough. Indeed, i just pretend to be strong and tough. But, it's much better then…”
Kau menghela napas, “If it’s much better, keep faking. But please stop doing it to your self, if you wanna cry, just cry for and with your self, if you’re bored, just hang out, laugh, and do whatever you can to feed your soul, dear”
" I’m tired of being alone ..."
“Hey, never say that you’re alone. I’ve been here. What can I do for you now, dear?”
Kau segera duduk di kursi kosong itu mendahului perintahku, tepat di sebelahku, ikut menatap hujan yang tampak mulai bosan. Lalu kita mulai bicara: tentang hujan, tentang lolipop, tentang cinta, dan tentang masa depan.
Kita bicara begitu lama, mengalahkan semangat rintik hujan yang mulai mereda.
Tahukah engkau? Pertemuan dan obrolan hangat ini yang aku butuhkan. Lebih hangat dari cokelat lezat di musim penghujan. Tanpa beban, tanpa penghakiman, yang memposisikanku sebagai manusia seutuhnya, bukan dewi, bukan ibu peri.
Hey, sang sepi itu hilang bersamaan dengan hilangnya awan kelabu di langit...
Selalu ada cerita tersimpan di hatiku
tentang kau dan hujan
tentang cinta kita
yang mengalir seperti air
Aku selalu bahagia
saat hujan turun
karena aku dapat mengenangmu
untukku sendiri ooohhh..ooo
Aku bisa tersenyum sepanjang hari
karena hujan pernah menahanmu disini
untukku ooohhh...
* utopia-hujan *
tiba-tiba ringtone sms dari handphone Rama berbunyi ..dan rama pun langsung membalasnya..
" SMS dari siapa?"
"oh dari Sandra... tadi aku abis ketemu dia sebelum kesini" jawabnya
sandra..sandra..nama itu lagi....
"buat apa?" tanyaku
" dah lama ga ngobrol .. sekalian balikin payungnya"
"ohh"
Rama ohh rama.. sampai kapan kamu akan menyadari kalau orang yang kau anggap "sahabat" itu... juga menaruh hati padamu.. gumamku
tiba-tiba dinginnya hujan semakin merasuk tubuhku... sangat dingin.. membuat tubuhku bergetar hebat.. bukan.. ini bukan karena dingin hujan... ini karena aku takut kehilanganmu....dan tubuhku makin bergetar...
You need to give it up
Had about enough (Enough)
Its not hard to see
The boy is mine (Boy is mine)
I'm sorry that you (Sorry that you)
Seem to be confused (Confused)
He belongs to me
The boy is mine
*THE BOY IS MINE- monica&bandy *



0 comments:
Post a Comment