Thursday, July 26, 2012

Aku Ingin Menemuimu Minggu Depan





Kuambil handphone yang tergeletak di atas ranjang. Betapa ingin segera kutelepon dirimu. Mendengar sepoi-sepoi suaramu.Kucari namamu dalam list phonebook-ku. Nama yang selalu mudah untuk kutemukan, karena berada di urutan teratas di antara yang lainnya. Tentunya kau tak perlu bertanya, mengapa dan bagaimana bisa namamu menjadi urutan yang pertama, meski huruf awal namamu bukanlah huruf “A”.

Ingin kuceritakan padamu kejadian-kejadian yang kualami beberapa hari terakhir ini. Aku mulai menyukai pekerjaan ku, aku mulai menyukai orang-orang baru dengan tingkah aneh dan lucu, disini. Mereka bercanda dengan saling mengolok-olok sama lain, dan membuat parodi tentang bos jika bos tak ada. Aku ikut tertawa, karena beginilah cara mereka tertawa.

Satu hal yang aku suka adalah, aku bisa menikmati sebuah tempat rahasia, yang membuat ku  ingat pada segelas teh terlalu manis yang pernah ku buatkan untukmu, saat kau datang ke rumahku beberapa bulan yang lalu. Di teras depan rumahku, menjelang pukul delapan malam. Pada mulanya sepi, lalu kau membuat lelucon, kita tertawa terbahak-bahak Jam sembilan malam kamu pulang, segelas teh terlalu manis hanya tinggal gelas yang kosong, dan kau menatapku dengan muka yang berat untuk melepaskan. 

Dan sebelum  kau mulai meninggalkan batas rumahku.. kau menghadiahkan sebuah senyum yang membuat matahari bisa muncul di malam hari. Bahagia baru saja diciptakan, menyusul rindu yang akan tumbuh kemudian 

Oiya, minggu depan, aku berencana untuk mengajakmu menonton bioskop. Sebuah film drama komedi baru saja di-release bulan ini. Beberapa puisi pun  telah kuciptakan untukmu. Sebenarnya ingin kukirimkan untukmu lewat email, tapi aku punya rencana lain. Membacakannya langsung  ketika nanti aku menemuimu, sepertinya adalah ide yang lebih menarik.

Setelah namamu kutemukan, lalu kutekan tombol “panggil”, sebuah nada sambung terdengar sampai habis, berulang lagi sampai tiga kali, namun tak juga ada jawaban. Kuulangi lagi, namun tetap tak ada jawaban. Sekarang untuk yang ketiga kalinya, dan jika telepon yang ketiga ini tak diangkat, aku tak akan menelepon lagi. Mungkin kau memang sedang sibuk. Aku memakluminya. Setelah nada sambung berakhir, akhirnya telepon kau angkat juga.
“Halo”
Suara seorang wanita di seberang sana.


0 comments:

Read more: http://berita-unik.cyber4rt.com/2012/05/membuat-widget-animasi-follow-me.html#ixzz1wi8jKgHU